Kamis, 08 Oktober 2015

Pengertian Paragraf :: Jenis Paragraf

Pengertian Paragraf 

Pengertian Paragraf - Jika kita menulis Artikel , Makalah , Surat , Cerpen , Karangan dsb pasti ada paragraf didalamnya . jadi apa pengertian paragraf tersebut ??
Jenis Paragraf
Pengertian Paragraf secara luas adalah gabungan kalimat yang terdiri dari kalimat topik/kalimat utama dan kalimat-kalimat lain yang menjelaskan kalimat topik / kalimat utama. Kalimat topik
adalah kalimat utama yang mengandung gagasan pokok. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan kalimat topik tersebut.

Pengertian Paragraf  Menurut Ahli

 Pengertian Paragraf
1. Pengertian Paragraf Menurut Ahli Yeti  Mulyati  dkk menyatakan  bahwa  paragraf  terdiri dari kalimat utama/kalimat pokok dan kalimat penjelas. Kalimat pokok/kalimat utama adalah kalimat yang mengandung
pokok permasalahan/gagasan utama. Sementara itu kalimat penjelas merupakan kalimat-kalimat yang menjelaskan kalimat pokok.
2. Pengertian Paragraf Menurut Ahli Sabarti  Akhadiah pargraf merupakan  karangan  yang paling pendek/paling singkat. Sebuah paragraf dibangun oleh beberapa kalimat yang saling berhubungan, karena hanya membicarakan satu gagasan pokok/topic atau satu pikiran. Semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan gagasan pokok tersebut.
3. Pengertian Paragraf  Menurut Ahli Uti Darmawati   dan   Anton   Suparyanto paragraf  merupakan bagian dalam suatu karangan yang memiliki gagasan pokok. Gagasan pokok merupakan kalimat yang menjadi pokok permasalahan dalam paragraph selanjutnya diikuti gagasan penjelas. Kalimat dalam paragraph harus runtut dan saling berkaitan.

Jenis - Jenis Paragraf

Jenis Paragraf
Menurut Suparno dan Mohamad Yunus , Jenis - Jenis Paragraf terdiri dari :
1. jenis Paragraf Deduktif
Jenis paragraf ini memiliki kalimat topik pada bagian awal paragraf dan kalimat-kalimat pengembang setelah kalimat topic. Hal itu berarti bahwa gagasan dasar dikemukakan terlebih dahulu dan gagasan-gagasan pengembang isi paragraf dikemukakan kemudian. Paragraf berikut adalah
contoh paragraf deduktif. Semangat serta kesungguhan hati guru dalam mengajar dirasakan makin
pudar karena kesejahteraan diabaikan. Imbalan yang mereka terima rendah. Gaji mereka sering terlambat dan banyak potongan untuk keperluan yang kadang-kadang tidak jelas. Mereka juga tidak memiliki status sosial-ekonomi yang bergengsi.
2. Jenis Paragraf Induktif
Paragraf jenis ini memiliki kalimat topik pada bagian akhir paragraf. Hal itu berarti bahwa informasi dalam paragraf diawali dengan gagasan-gagasan pengembang dan diakhiri dengan gagasan dasar. Paragraf berikut adalah contoh paragraf induktif. Siswa yang rajin belajar dapat ditemukan dimana-mana, di dalam kota, di pinggir kota, dan di desa. Siswa yang berprestasi tinggi cukup banyak dan dapat ditemukan di mana-mana juga. Tidak sedikit di antara mereka yang
memperhatikan dan peduli dengan keadaan lingkungan. Tampaknya, masa depan generasi penerus masih dapat diharapkan.
3. Jenis Paragraf Kombinasi Deduktif dan Induktif
Pada jenis ini, paragraf memiliki dua kalimat topic yang ditempatkan pada bagian awal dan bagian akhir. Dua kalimat topik itu memiliki gagasan dasar yang sama, hanya redaksi pengungkapannya berbeda. Kalimat-kalimat pengembang berada di antara dua kalimat topic itu. Dibawah ini adalah contoh paragraf kombinasi. Belajar pada hakikatnya berlangsung sepanjang hayat. Sejak bayi anak
sudah belajar. Sebelum bersekolah, anak sudah belajar di dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Pada usia 6-12 tahun anak mulai bersekolah di sekolah dasar. Setelah menyelesaikan sekolahnya, dia masih terus belajar, setidak-tidaknya belajar memecahkan masalah yang diahdapi setiap saat.
Prose situ berlangsung terus sampai tua. Pendek kata, belajar itu tidak mengenal batas umur.
4. jenis Paragraf Deskriptif
Jenis paragraf ini tidak memiliki kalimat topic dan kalimat pengembang. Semua kalimat yang terdapat dalam paragraf merupakan kalimat topik. Sesuai namanya, paragraf deskritif lazim digunakan untuk mendeskripsikan suatu latar cerita. Paragraf ini digunakan dalam wacana
narasi, seperti tampak pada contoh berikut: Dari jauh terdengar anjing menggonggong. Di sekitar tempatku bersembunyi tidak terlihat suara-suara kehidupan. Malam itu sangat sunyi,
dan sangat gelap. Desis angin pun tidak terasa, tetapi dinginnya malam sempat menyentuh tulangku.

Demikian sedikit makalah tentang Pengertian Paragraf dan Jenis - Jenis Paragraf. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Pengertian Deskripsi :: Contoh Karangan Deskripsi

Pengertian Karangan Deskripsi

Menurut Gorys   Keraf Kata  deskripsi  berasal  dari  bahasa  Latin  describere yang  berarti menggambarkan   atau   memeriksa   suatu   hal.
Karangan Deskripsi
Pengertian Karangan Deskripsi
Pengertian Karangan Deskripsi Menurut Ahli Suparno  dan  Muhamad  Yunus menyatakan  karangan  deskripsi  adalah  suatu  bentuk  karangan  yang  melukiskan  sesuatu  sesuai  dengan
keadaan   sebenarnya, sehingga pembaca dapat mencitrai    (melihat, mendengar,  mencium,  dan  merasakan)  apa  yang  dilukiskan  itu  sesuai dengan citra penulisnya.

Contoh Karangan Deskripsi

Berikut Contoh Karangan Deskripsi
Kuiringkan Karsih memasuki halaman luas rumah itu. Pintu pagar besi berderit,  dan  seketika  terdengar  salak  anjing  riuh  rendah.  Karsih  ragu-ragu dan  agak  takut.  Seorang  laki-laki  itu  sedang  membersihkan  mobil yang berderet  disebelah  kiri  halaman  dari  segala  macam  merek  terbaru.  Begitu laki-laki  itu  mendekati  kami,  Karsih  ragu-ragu  bertanya,  apakah  rumah  itu milik Bapak Angga. Laki-laki itu mengangguk ragu, tetapi Rini cepat memperkenalkan   diri.   Laki-laki   itu   mempersilahkan   mereka   masuk.
Halaman  yang  luas  dan  ditata  rapi  itu  kami  lalui.  Ruangan  pun  tersusun rapi,    mewah,    dan    intelek.    Sayup-sayup    terdengar    bunyi    piano mengumandangkan    lagu-lagu    klasik.    Jam    dinding    besar    berdetak menambah  kelengkapan  ruangan  itu. Rini  dipersilahkan  duduk.  Aku  dan Rini dengan ragu-ragu duduk di atas kursi yang di alas karpet berbulu tebal yang warnanya sangat serasi dengan kursi tersebut.

Langkah - langkah Menulis Karangan Deskripsi 

Jadi sebelum anda menulis karangan Deskripsi selain mengetahui Pengertian Karangan Deskripsi , kita juga harus tahu langkah - langkah menulis karangan deskripsi , antara lain :
a.Menentukan dan mengamati objek yang akan dideskripsikan.
b.Menentukan atau menyeleksi bagian yang akan dideskripsikan.
c.Menyajikan  informasi  yang  dideskripsikan  dengan  menyelaraskannya dengan   hal-hal   yang  mendukung   objek   yang   dideskripsikan   agar semakin kuat dan menarik.

Demikian sedikit makalah Pengertian Karangan Deskripsi dan Contoh Karangan Deskripsi , semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Garis Besar Penulisan Artikel

Garis Besar Penulisan Artikel

Garis Besar Penulisan Artikel - Jika kemarin kita sudah mengetahui arti dari sebuah artikel atau artikel ilmiah, jadi dalam pembuatan artikel maupun artikel ilmiah , harus memiliki kriteria atau garis besar dalam pemuatan jurnal.
Artikel ilmiah dapat diangkat dari hasil penelitian, dapat  pula  berupa  hasil  kajian
kritis atas suatu bidang keilmuan.
Artikel

Garis Besar Artikel / Artikel Ilmiah

Garis Besar Penulisan Artikel ada 6 bagian antara lain :
1. Judul
Biasanya yang pertama dibaca orang adalah  judul.  Rasa ketertarikan  orang  terhadap  sebuah artikel  biasanya  sangat   ditentukan   pada   saat membaca judul. Oleh karena itu, judul  sebaiknya  diusahakan  singkat,  padat,  menarik,profokatif, jelas, dan mencerminkan permasalahan atau tujuan yang akan dibahas. Judul sebaiknya tidak terlalu pendek, atau tidak  terlalu  panjang,  biasanya   antara  8  s.d.  12 kata.  Judul  yang  terlalu  pendek  cenderung  sangat  umum,  sedangkan   yang terlalu panjang   sangat   spesifik.   Judul    hendaknya    benar-benar    menggambarkan    atau memayungi isi artikel. Di bawah  judul  dituliskan  nama  penulis  artikel,  biasanya  tanpa sebutan gelar, dan diikuti nama lembaga asal penulis.
2.Abstrak
 Abstrak    merupakan    intisari    artikel    yang    akan dikemukakan. Abstrak harus singkat, padat, dan  harus  telah  mencerminkan  isi  artikel. Oleh karena itu, dengan membaca abstrak saja pun, orang sudah dapat  memiliki  pemahaman  isi artikel. Abstrak artikel dari hasil penelitian biasanya terdiri atas tiga  paragraph(meski ada pula yang hanya  satu  paragraph).  Paragraf  pertama   berisi  tujuan,  kedua berisi cara  penelitian,  dan  ketiga  berisi  hasil  atau  kesimpulan.  Abstrak  artikel  ilmiah nonhasil penelitian  jumlah paragraf tidak dipersoalkan, yang penting berisi intisari artikel.
Panjang  abstrak  artikel  berkisar  antara  100  –  150  kata,  ada  pula  yang  membatasi maksimum  200  kata.  Bahasa  dalam  penulisan  abstrak  bergantung  pada   ketentuan selingkung  jurnal atau majalahnya. Abstrak ada yang ditulis dalam dua bahasa, ada pula yang dalam satu bahasa sesuai dengan  bahasa  naskah/artikel,  ada  pula  yang  dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa naskah/artikel. Di bagian bawah  abstrak,  tuliskan kata kunci. Kata kunci merupakan istilah  penting  yang  terkait  dengan  artikel,  tersebut harus terdapat dalam abstrak
3. Pendahuluan
Pendahuluan seringkali dijadikan subjudul  pertama artikel ilmiah (dengan  berbagai  variasi  bergantung  pada  gaya  selingkung  jurnal  atau majalahnya).  Pada  bagian  ini  permasalahan  diperkenalkan   pada   pembaca   sebaik-baiknya, dari latar belakang, identifikasi, pembatasan, perumusan,  tujuan,  dan  manfaat penulisan.  Bagian  pendahuluan  ini  akan  berfungsi  secara  baik  bila   pembaca   tidak menjadi penerima  yang  pasif,  tetapi  mereka  akan  menjadi  bergairah  dalam  mencari informasi  baru.  Khusus  artikel  yang  diangkat  dari  hasil  penelitian   pada   bagian   ini disajikan landasan teori yang digunakannya secara singkat saja. Uraian teori  tidak  perlu
panjang  lebar   seperti   dalam   laporan   penelitiannya,   tetapi   cukup   disajikan   yang substansial dan jika perlu disajikan rasionalnya. Ada pula jurnal yang menjadikan  bagian teori ini menjadi bab tersendiri, dengan judul kajian teori atau  landasan  teori  atau  judul yang lainnya sesuai dengan subtansi teori yang digunakan.

Garis Besar Penulisan Artikel

4.Cara penelitian
Bagian ini khusus diperlukan  untuk  artikel  dari hasil penelitian. Pada  jurnal  tertentu,  bagian  ini  disatukan  pada  bagian  pendahuluan sehingga  tidak  menjadi  bab  tersendiri.  Pada  bagian   ini   dijelaskan   secara   singkat prosedur penelitian yang telah dilakukannya. Hal-hal yang perlu disajikan pada bagian ini antara lain subjek penelitian,  sumber  data,  informan,  responden   atau  istilah  lainnya; populasi   dan   sampel,   cara   penyampelan,   besaran   sampel   dan    lain-lain;    cara
pemerolehan   data,   instrumen,   keabsahan,   keandalan;   dan   teknik   analisis   yang digunakan.
5. Isi atau Batang Tubuh
Bagian ini berisi uraian atau  pembahasan terkait dengan masalah yang dimunculkan dalam pendahuluan.  Bagian  ini  dapat  terdiri atas beberapa  subjudul.  Nama  subjudul  biasanya  terkait  dengan  butir-butir  masalah yang  diangkat,  yang  kadang-kadang  tergambarkan   pula   pada   judul   artikel.   Yang diuraikan pada bagian ini biasanya yang  termasuk  ke  dalam  D -nya  judul  artikel,  yaitu bagian  yang  diterangkan  atau  inti  judul.  Selanjutnya,  bagian  D  ini  dapat   diuraikan berdasarkan aspek yang dipandang perlu untuk  diungkapkan,  yang  perlu  disampaikan
pada pembaca. Aspek yang dimaksud dapat meliputi konsep, ciri-ciri, kategori atau jenis,
fungsi, prosedur, konteks, dan sebagainya.  Bila artikel diangkat dari hasil penelitian  ada yang hanya menuliskan “Hasil penelitian dan Pembahasan” .
6. Daftar pustaka.
Daftar pustaka kadang-kadang disebut referensi,berisi semua sumber pustaka yang  dirujuk  dalam  artikel.  Yang  tidak  dirujuk  mestinya tidak muncul dalam bagian ini. Penulisan daftar pustaka menyesuaikan gaya selingkung,biasanya meluputi nama penulis, tahun  penulisan,  judul  pustaka,  kota  penerbit,  nama penerbit. Tanda baca dan  pengurutan  dalam  daftar  pustaka  sangat  bergantung  pada gaya  selingkung.  Penulisan  daftar  pustaka  tidak  perlu  diberi  nomor,  tetapi  disajikan secara alfabetis.  Gelar  kesarjanaan  dan  jabatan  akademis  tidak  ditulis  dalam  daftar
pustaka. Penulisan nama penulis sumber pustaka ini mestilah koheren dengan penulisan
nama dalam perujukan (lhat butir 5, bagian Catatan).
Garis Besar Penulisan Artikel

Demikian sedikit ulasan tentang Garis Besar Untuk Menulis Artikel, semoga bermanfaat.
Terima kasih.


7 Kebiasaan Buruk Pemicu Kegemukan

7 Kebiasaan Buruk Pemicu Kegemukan  Pemicu Kegemukan  - Siapa yang takut gemuk , kegemukan , ingin badan ideal ?? Memiliki berat badan ya...